Bagaimana Berlian Terbentuk di Dalam Bumi? Mengenal 3 Lingkungan Pembentukannya
Berlian alami dikenal sebagai salah satu batu permata yang terbentuk melalui proses geologis yang kompleks. Kilau dan ketahanannya tidak muncul begitu saja, melainkan melalui tekanan dan suhu yang sangat ekstrem. Lalu, sebenarnya bagaimana berlian terbentuk di dalam Bumi? Mari simak penjelasannya melalui artikel berikut.
Baca juga: Mengulik Proses Terbentuknya Berlian Alami, Benarkah Berasal dari Batu Bara?
Apakah Semua Berlian Alami Terbentuk dengan Cara yang Sama?
Meski berlian alami umumnya terbentuk di area mantel Bumi, tidak semua berlian terbentuk dengan cara yang sama. Sebagian terbentuk pada zona subduksi melalui pergerakan lempeng dan reaksi kimia yang mendukung pembentukan berlian dalam kondisi tertentu.
Sebagian yang lain justru terbentuk melalui tumbukan asteroid yang menghasilkan tekanan yang sangat besar. Perbedaan lingkungan pembentukan berlian ini menjadi salah satu alasan mengapa berlian menarik untuk dipelajari, bukan hanya karena tampilannya yang indah, namun juga sebagai informasi mengenai sejarah Bumi dan proses geologis ekstrem.
Mengenal Dimana dan Bagaimana Berlian Terbentuk di Dalam Bumi
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, diperkirakan ada beberapa metode pembentukan berlian yang menghasilkan hampir semua berlian alami yang ditemukan saat ini. Secara lebih rinci, berikut penjelasan mengenai bagaimana berlian terbentuk di dalam Bumi.
1. Proses Pembentukan Berlian di Mantel Bumi
Para ahli geologi percaya bahwa berlian terbentuk di mantel dan kemudian dibawa oleh letusan gunung berapi yang berasal dari kedalaman Bumi. Letusan ini kemudian menghasilkan pipa kimberlite dan lamproite yang dicari oleh para penambang berlian.
Meski demikian, dari sekian banyak pipa kimberlite yang ada di alam, hanya 12,5% pipa yang mengandung berlian dan sebagian besar kadarnya sangatlah kecil. Hanya sekitar 50 hingga 100 pipa (0,7% hingga 1%) dari total pipa di dunia yang mengandung berlian cukup tinggi dan bernilai ekonomis untuk ditambang.
Selain didapatkan melalui proses penambangan, berlian juga mengalami pelapukan dan erosi dari beberapa pipa. Berlian-berlian tersebut kemudian terkandung dalam endapan sedimen di sungai dan garis pantai.
Lalu, bagaimana berlian terbentuk di dalam Bumi? Pembentukan berlian alami membutuhkan suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Proses ini terjadi di zona terbatas mantel Bumi, sekitar 150 kilometer atau lebih di bawah permukaan, di mana suhunya setidaknya lebih dari 2000 derajat Fahrenheit (sekitar 1000 derajat Celcius).
Berlian yang terbentuk kemudian akan tersimpan di "zona stabilitas berlian" dan akhirnya dibawa ke permukaan Bumi melalui letusan gunung berapi. Letusan ini merobek potongan-potongan mantel dan membawanya dengan cepat ke permukaan. Sayangnya, jenis letusan gunung berapi ini sangat langka dan belum pernah diamati oleh manusia modern.
2. Proses Terbentuknya Berlian di Zona Subduksi
Selain berlian yang berada di pipa kimberlit, berlian juga ditemukan di batuan yang diperkirakan telah mengalami subduksi dan kemudian kembali ke permukaan. Jenis batuan ini sangat langka dan berukuran sangat kecil sehingga tidak cocok untuk penggunaan komersial.
Zona subduksi terjadi di batas lempeng konvergen di mana satu lempeng dipaksa turun ke mantel. Saat lempeng ini turun, ia terpapar suhu dan tekanan yang meningkat. Lalu, bagaimana berlian terbentuk di dalam Bumi, khususnya di zona subduksi?
Pembentukan berlian di lempeng yang tersubduksi mungkin terjadi sekitar 80 kilometer di bawah permukaan pada suhu sekitar 200 derajat Celsius. Dalam penelitian lain, berlian dari Brazil juga ditemukan mengandung inklusi mineral kecil yang cocok dengan mineralogi kerak samudra. Hal ini menunjukkan bahwa air laut yang tersubduksi terlibat dalam proses pembentukannya.
3. Proses Pembentukan Berlian Akibat Dampak Asteroid
Sepanjang sejarahnya, Bumi sudah berulang kali dihantam oleh asteroid besar. Asteroid-asteroid ini menghantam dengan kekuatan yang sedemikian rupa, sehingga menghasilkan tekanan dan suhu yang cukup tinggi untuk membentuk berlian.
Sebagai contoh, saat asteroid selebar 10 kilometer menghantam Bumi, ia bisa bergerak dengan kecepatan hingga 15-20 kilometer per detik. Saat terjadi benturan, objek berkecepatan tinggi ini akan menghasilkan ledakan energi yang setara dengan banyak senjata nuklir dan suhu yang lebih panas daripada permukaan Matahari.
Jika batuan tempat asteroid menghantam Bumi mengandung karbon, berlian mungkin akan terbentuk di area terdampak. Teori mengenai bagaimana berlian terbentuk di dalam Bumi ini didukung oleh penemuan berlian kecil di sekitar beberapa lokasi tumbukan asteroid.
Salah satu contohnya adalah berlian industri polikristalin berukuran 13 milimeter yang ditemukan di Kawah Popigai di Siberia Utara, Rusia. Namun, jenis berlian ini sangat langka dan mungkin tidak akan Diamondlovers temukan pada berlian komersial.
Tampil Mempesona dengan Perhiasan Berlian Alami dari Diamond&Co
Eranthe Diamond Pendant S026-DPF0338 Eranthe Diamond Ladies Earrings S026-DEF0322 Eranthe Diamond Ladies Ring S026-DRF0352 IDR 5,478,000 Diamond 7 = 0.189 TCW NC/VS Specification IDR 11,760,000 Tampil cantik dan berkilau dengan anting berlian dari Diamond & Co. Specification IDR 7,855,000 Diamond 7 = 0.151 TCW NC/VS Specification
Descriptions & Detail
Descriptions & Detail
Descriptions & Detail
Memahami bagaimana berlian terbentuk di dalam Bumi tentu membuat kita semakin mengagumi permata berkilau ini. Setelah melalui tekanan dan suhu ekstrem selama jutaan hingga miliaran tahun, berlian hadir dengan kilau yang menawan hati siapa pun yang melihatnya.
Nah, untuk Diamondlovers yang ingin tampil memukau dengan kilau berlian alami, Diamond&Co memiliki berbagai model dan desain perhiasan yang bisa Diamondlovers dapatkan dengan mengunjungi butik perhiasan kami secara langsung maupun dengan melihat katalog produk dan melakukan pemesanan secara online melalui www.diamondnco.id.





















