Hi, Passioner!

Our Products

Close

Search Product

5 Jenis Batu Berharga dengan Efek Optik Unik: Mengapa Warnanya Bisa Berubah?

jenis batu berharga, jenis jenis batu berharga, batu mulia unik, batu permata yang bisa berubah warna,

Batu berharga seperti berlian, safir, ruby, atau zamrud biasanya dikagumi karena warnanya yang memikat. Namun, tahukah Diamondlovers bahwa ada beberapa jenis batu berharga yang memiliki efek optik unik dan bahkan bisa berubah warna? Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Mari cari tahu jawabannya melalui artikel berikut.

Baca juga: Jenis Batu Mulia Terbaik untuk Perhiasan Sehari-hari: Mana yang Lebih Tahan Lama?

Apa yang Membuat Batu Berharga Memiliki Efek Optik Unik?

Efek optik pada batu permata terjadi ketika cahaya berinteraksi dengan struktur kristal, komposisi kimia, inklusi, atau susunan internal batu. Interaksi ini bisa menghasilkan tampilan yang khas, mulai dari perubahan warna hingga pantulan cahaya dengan pola tertentu.

Salah satu fenomena pada batu berharga yang menarik adalah perubahan warna akibat perbedaan sumber cahaya. Ada pula batu permata yang menampilkan spektrum warna-warni ketika dilihat dari sudut tertentu. Di sisi lain, beberapa jenis batu juga bisa memperlihatkan garis cahaya yang bergerak atau pola menyerupai bintang pada permukaannya.

Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua efek optik merupakan perubahan warna yang sebenarnya. Sebagian fenomena terjadi karena cara cahaya dipantulkan, dibiaskan, atau dihamburkan di dalam batu permata.

Jenis-Jenis Batu Berharga yang Memiliki Efek Optik Unik

Beberapa batu berharga ternyata bisa memperlihatkan perubahan warna, kilatan warna-warni, hingga pantulan cahaya yang membentuk pola tertentu. Nah, untuk Diamondlovers yang tertarik untuk memiliki salah satu dari beberapa jenis batu berharga ini, berikut daftar batu mulia unik dan bisa berubah warna yang bisa Diamondlovers jadikan sebagai referensi.

1. Alexandrite, Batu Permata yang Bisa Berubah Warna

Alexandrite merupakan salah satu batu permata yang terkenal karena kemampuannya menampilkan warna berbeda di bawah sumber cahaya yang berbeda. Batu ini bisa terlihat hijau hingga kebiruan pada cahaya siang dan kemudian berubah menjadi merah, merah kecokelatan, merah keunguan, atau ungu di bawah cahaya lampu pijar.

Hal ini membuat batu alexandrite dijuluki sebagai batu "zamrud di siang hari, ruby di malam hari". Efek unik ini kemudian dikenal sebagai efek alexandrite. Selain itu, alexandrite juga dikenal sebagai permata yang sangat pleokroik, artinya ia bisa menampilkan warna yang berbeda saat dilihat dari arah yang berbeda.

Biasanya batu permata ini tampak dalam warna hijau, oranye, dan merah keunguan. Namun, perubahan warnanya yang mencolok sebenarnya tidak berasal dari pleokroisme yang dimilikinya, melainkan dari sifat penyerapan cahaya tidak biasa yang dimiliki jenis batu berharga ini. Karena kelangkaan dan keunikan yang dimilikinya, alexandrite menjadi anggota  chrysoberyl yang relatif mahal.

2. Opal, Jenis Batu Berharga dengan Play of Color

Opal dikenal karena kemampuannya menampilkan kilatan berbagai warna, seperti biru, hijau, merah, dan jingga, dalam satu batu. Fenomena ini disebut play-of-color dan dapat terlihat ketika batu digerakkan atau diamati dari sudut yang berbeda.

Hal ini bisa terjadi karena difraksi cahaya pada susunan bola silika mikroskopis yang tersusun secara teratur di dalam struktur precious opal, yang kemudian menghasilkan pola warna yang berubah sesuai sudut pandang dan arah cahaya.

Semakin teratur susunan bola silika pada opal, semakin baik kualitas play of color yang akan dihasilkan. Namun, tidak semua batu opal bisa memperlihatkan warna-warna cantik ini. Hanya precious opal yang dapat memperlihatkan fenomena tersebut, sedangkan opal biasa umumnya tidak memilikinya.

3. Moonstone, Batu Permata dengan Kilau Lembut

Moonstone merupakan jenis batu berharga yang memiliki tampilan khas berupa cahaya lembut menyerupai kilau bulan yang terlihat melayang di dalam batu. Fenomena ini dikenal sebagai adularescence. Efek tersebut terjadi akibat hamburan cahaya pada struktur internal moonstone yang tersusun dari lapisan mineral feldspar.

Ketika cahaya berinteraksi dengan lapisan-lapisan tersebut, muncul kilau yang dapat terlihat berwarna putih kebiruan atau keperakan. Berbeda dari alexandrite yang mengalami perubahan warna karena perbedaan sumber cahaya, moonstone lebih dikenal karena kilau yang tampak bergerak ketika batu dilihat dari sudut tertentu.

Oleh karena itu, moonstone sering digunakan dalam desain perhiasan yang mengutamakan kesan lembut dan elegan. Permukaannya yang memperlihatkan cahaya samar memberikan karakter berbeda dibandingkan batu permata dengan kilau tajam dan warna yang lebih tegas.

4. Star Sapphire, Batu Safir dengan Efek Bintang

Star sapphire merupakan varietas safir yang menampilkan pola cahaya menyerupai bintang pada permukaannya. Fenomena ini disebut asterism dan biasanya terlihat sebagai bintang dengan enam sinar ketika batu dipotong berbentuk cabochon, yaitu dengan permukaan atas membulat tanpa faset.

Efek bintang ini terbentuk akibat pantulan cahaya dari inklusi berbentuk jarum yang tersusun dengan orientasi tertentu di dalam batu. Pada jenis batu berharga ini, inklusi tersebut umumnya berkaitan dengan mineral rutile. Ketika cahaya mengenai batu dengan arah yang sesuai, pantulan dari inklusi menghasilkan garis-garis cahaya yang berpotongan menyerupai bintang.

Efek optik ini memberikan daya tarik tersendiri bagi pencinta batu permata yang menyukai tampilan klasik dengan detail alami. Alih-alih mengandalkan banyak faset untuk menghasilkan kilau, star sapphire menonjolkan pola cahaya yang muncul di permukaan batu.

5. Cat's Eye Chrysoberyl, Batu Permata dengan Efek Mata Kucing

Cat's eye chrysoberyl merupakan jenis batu permata yang menampilkan garis cahaya terang menyerupai celah mata kucing. Fenomena ini dikenal sebagai chatoyancy. Efek tersebut terjadi karena pantulan cahaya dari inklusi halus atau struktur internal yang tersusun sejajar di dalam batu.

Ketika dipotong dengan orientasi yang tepat, cahaya akan membentuk satu garis terang yang tampak bergeser saat batu atau sumber cahaya berubah posisi. Cat's eye chrysoberyl yang berkualitas bisa memperlihatkan garis cahaya yang tegas, kontras, dan terpusat pada permukaan batu. Namun, kekuatan efek mata kucing tidak selalu sama pada setiap batu.

Temukan Warna-warni Batu Berharga yang Memikat di Diamond&Co

Elemate Green Peridot Ladies Pendant Capricorn S119-DPS0394

Elemate Blue Topaz Ladies Pendant Libra S119-DPS0400

Elemate Red Garnet Ladies Pendant Aries S119-DPS0395

IDR 3,309,000

Descriptions & Detail

Tampil cantik dan berkilau dengan liontin berlian dari Diamond & Co.

 

Specification

Peridot 1 = 0.227 TCW GR/NA

IDR 3,238,000

Descriptions & Detail

Tampil cantik dan berkilau dengan liontin berlian dari Diamond & Co.

 

Specification

TOPAZ 1 = 0.233 TCW BLU/NA

IDR 3,955,000

Descriptions & Detail

Tampil cantik dan berkilau dengan liontin berlian dari Diamond & Co.

 

Specification

Garnet 1 = 0.219 TCW R/NA

Saat melihat perhiasan, warna-warni batu permata tidak jarang membuat kita sulit untuk mengalihkan pandangan. Mulai dari warna merah yang menonjol, kuning yang hangat, hingga hijau dan biru yang sejuk, setiap jenis batu berharga bisa menghasilkan kesan tersendiri saat kita memandangnya.

Nah, untuk Diamondlovers yang tertarik untuk mengenakan perhiasan dengan warna-warni batu permata yang menawan, Diamond&Co memiliki berbagai koleksi yang bisa Diamondlovers pilih, salah satunya adalah Elemate Collection.

Tidak hanya menawarkan keindahan warna dari garnet, peridot, dan topaz, koleksi ini juga memadukannya dengan simbol zodiak yang akan memberikan kesan unik dan personal saat dikenakan maupun diberikan sebagai hadiah untuk orang tersayang.

Berbagai koleksi perhiasan dari Elemate Collection ini bisa Diamondlovers dapatkan dengan mengunjungi butik perhiasan kami secara langsung maupun dengan melakukan pemesanan secara online melalui www.diamondnco.id.

Back to Top