Hi, Passioner!

Our Products

Close

Search Product

Tes Sederhana Membedakan Berlian Asli dan Sintetis: Seberapa Akurat Hasilnya?

tes sederhana membedakan berlian asli dan sintetis, cara membedakan berlian asli dan sintetis, membedakan berlian asli dan sintetis, berlian asli, berlian sintetis, berlian alami,

Mengetahui tes sederhana membedakan berlian asli dan sintetis tentu akan sangat membantu Diamondloves dalam memilih perhiasan berlian yang tepat. Namun, sebenarnya seberapa tepat hasil yang dihasilkan tes tersebut dalam mengenali berlian sintetis dan berlian asli dari alam? Mari simak penjelasan lengkapnya melalui artikel berikut.

Baca juga: Berlian Sintetis dan Berlian Asli dari Alam: Mana yang Lebih Populer di Dunia Perhiasan Saat Ini?

4 Tes Sederhana Membedakan Berlian Asli dan Sintetis

Berlian sintetis dan berlian asli dari alam atau berlian alami memiliki asal-usul yang berbeda. Berlian sintetis dibuat melalui teknologi di laboratorium, sedangkan berlian alami terbentuk melalui proses geologi di dalam Bumi selama jutaan hingga miliaran tahun. Meski demikian, keduanya memiliki tampilan yang identik.

Tidak heran jika sebelum membeli perhiasan berlian, banyak yang mencoba melakukan tes sederhana membedakan berlian asli dan sintetis. Lalu, apakah hasil pengujian tersebut bisa benar-benar mengidentifikasi mana berlian sintetis dan mana berlian asli dari alam? Mari simak beberapa tes yang bisa Diamondlovers coba sekaligus seberapa tepat hasil pengujiannya.

1. Uji Konduktivitas Termal

Jenis pengujian berlian yang saat ini paling umum dilakukan adalah memeriksa konduktivitas termal batu permata. Tes ini biasanya dilakukan dengan alat berupa perangkat genggam yang mengukur jumlah dan kecepatan panas saat merambat melalui permata.

Alat ini bekerja dengan mengukur laju perpindahan panas melalui material yang diuji. Saat panas dialirkan pada sebuah material, ia bisa tetap berada di satu tempat atau mengalir melalui material tersebut. Berlian yang memiliki konduktivitas termal tinggi akan dapat mengalirkan panas dengan cepat.

Sayangnya, pengujian ini hanya bisa memastikan apakah batu tersebut merupakan berlian atau batu imitasi, sehingga bukan termasuk tes sederhana membedakan berlian asli dan sintetis yang bisa Diamondlovers gunakan saat ingin mengetahui asal-usul berlian yang digunakan dalam perhiasan.

2. Uji Konduktivitas Listrik

Alat uji konduktivitas listrik mengukur seberapa baik batu permata menghantarkan listrik. Alat ini umumnya digunakan untuk membedakan berlian dari moissanite yang merupakan semikonduktor.

Meski lebih akurat digunakan untuk mengidentifikasi berlian imitasi, uji konduktivitas listrik juga terkadang bisa digunakan sebagai tes sederhana membedakan berlian asli dan sintetis. Pasalnya, berlian alami umumnya tidak menghantarkan listrik, kecuali berlian biru tipe IIb yang langka.

Di sisi lain, berlian sintetis yang dibuat menggunakan metode HPHT (High Pressure High Temperature) terkadang menunjukkan konduktivitas listrik karena sisa-sisa fluks logam dari proses pembuatan bertekanan tinggi.

Perbedaan tersebut dapat dimanfaatkan oleh alat screening tertentu untuk memberikan indikasi bahwa sebuah berlian perlu diperiksa lebih lanjut. Meski demikian, hasil pengujian tidak selalu sesederhana “menghantarkan listrik berarti sintetis” atau sebaliknya.

Oleh karena itu, uji konduktivitas listrik lebih tepat dipandang sebagai alat screening, bukan metode tunggal untuk menentukan asal-usul berlian. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi tertentu, diperlukan pengujian lanjutan untuk memperoleh identifikasi yang lebih meyakinkan.

3. Tes Fluoresensi UV

Pernahkah Diamondlovers melihat berlian yang terlihat sedikit kebiruan saat berada di bawah sinar ultraviolet? Fenomena ini disebut sebagai fluoresensi. Saat terkena radiasi UV dengan panjang gelombang tertentu, sebagian berlian akan memancarkan cahaya tampak dengan intensitas dan warna yang berbeda.

Oleh karena itu, tes fluoresensi menggunakan sinar UV sering digunakan sebagai tes sederhana membedakan berlian asli dan sintetis. Berlian alami biasanya akan memancarkan cahaya berwarna biru karena adanya kandungan jejak elemen nitrogen. Sedangkan berlian sintetis sering kali memberikan respons atau pendaran yang berbeda, seperti warna merah-oranye.

Namun, hasil tes ini tidak sepenuhnya bisa digunakan sebagai tolak ukur untuk membedakan berlian alami dan sintetis. Pasalnya, sekitar 40% hingga 50% berlian alami tidak memiliki fluoresensi sama sekali di bawah sinar UV. Tes ini memang bisa digunakan sebagai alat screening, namun ada tidaknya fluoresensi tidak bisa dijadikan sebagai penentu tunggal asal-usul berlian.

4. Sertifikasi Berlian

Jika cara membedakan berlian asli dan sintetis yang dibahas sebelumnya lebih banyak berfungsi sebagai pemeriksaan atau screening awal, sertifikasi berlian justru bisa memberikan informasi yang jauh lebih lengkap mengenai identitas dan asal-usul sebuah berlian.

Laporan dari laboratorium gemologi akan memberikan informasi apakah berlian tersebut merupakan berlian asli dari alam atau berlian sintetis, sehingga Diamondlovers tidak perlu menyimpulkan asal-usul berlian hanya berdasarkan satu karakteristik fisik.

Hal ini sangat penting mengingat tes sederhana membedakan berlian asli dan sintetis memiliki keterbatasan. Sebagai contoh, pengujian konduktivitas termal bisa membantu mengidentifikasi berlian, namun tidak cukup untuk menentukan apakah berlian tersebut terbentuk secara alami atau dibuat di laboratorium.

Hal ini berarti, memeriksa informasi dalam sertifikasi berlian jauh lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan melakukan tes secara mandiri. Hal ini dikarenakan informasi mengenai asal-usul berlian yang terdapat dalam sertifikat didapatkan melalui pemeriksaan gemologi yang lebih komprehensif.

Baca juga: Ciri-Ciri Berlian Asli dan Sintetis: Benarkah Bisa Dibedakan dengan Mata Telanjang?

Buat Perhiasan Lebih Personal dengan Birth Stone Collection

Diamond Charm Earrings Birth Stone S157-DPS0465-OKT

Diamond Charm Earrings Birth Stone S157-DPS0465-FEB

Diamond Charm Earrings Birth Stone S157-DPS0465-SEPT

IDR 1,754,000

Descriptions & Detail

 

Specification

Tourmaline 1 = 0.35 TCW PINK/ND

IDR 1,427,000

Descriptions & Detail

 

Specification

Amethyst 1 = 0.24 TCW R/ND

IDR 1,818,000

Descriptions & Detail

 

Specification

TOPAZ 1 = 0.378 TCW BLU/ND

Perhiasan bukan hanya aksesori yang digunakan untuk menambah kesan mewah atau membuat penampilan semakin menawan. Bagi sebagian orang, perhiasan juga dapat menjadi bagian dari cara mengekspresikan gaya sekaligus menunjukkan identitas diri.

Dengan pilihan desain, jenis batu permata, hingga material tertentu, Diamondlovers bisa menunjukkan karakter atau preferensi pribadi, seperti halnya Birth Stone Collection. Hadir dalam bentuk charm dengan desain simple berhiaskan batu kelahiran, liontin ini bisa ditambahkan pada anting, gelang, atau kalung untuk membuatnya semakin personal.

Selain Birth Stone Collection, Diamond&Co juga memiliki berbagai koleksi perhiasan lain yang bisa Diamondlovers pilih untuk tampil menawan dan kekinian. Berbagai model dan desain perhiasan dari Diamond&Co ini bisa Diamondlovers dapatkan dengan mengunjungi butik perhiasan kami secara langsung maupun dengan melakukan pembelian secara online melalui www.diamondnco.id.

Back to Top